Aku Mencintaimu “Selamanya”

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku menemukan yang lebih sesuai dengan kriteria ku)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga mantan kekasihku putus dari kekasihnya yang sekarang)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga kamu mengkhianatiku)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku sadar ternyata aku terlalu baik buatmu)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku dijodohkan oleh orang tuaku dengan pasangan yang lebih pantas mendampingiku)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga kamu mulai bersikap kasar padaku)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku mengetahui wajah buruk rupa yang ada di balik topeng indahmu)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga kamu mulai bersikap posesif)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga kamu mulai terlihat menyedihkan dan selalu ingin menggantungkan nasibmu padaku)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku mulai bosan dengan hari-hariku bersamamu dan aku ingin kebebasanku kembali)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga aku lelah mendengar janji-janji palsu mu itu)

Aku mencintaimu “selamanya” (hingga ……………………………….)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selamanya ternyata hanyalah hingga, Kawan! Kata itu mutlak milik Sang Pencipta. Apalah kita sebagai manusia ini? Makhluk yang maha tidak tahu. Sering kudengar di berbagai karya seni, orang menggunakan kata selamanya. Aah, setiap kali kudengar kata itu, aku hanya tertawa miris. “Konyol”, batinku. Hati manusia pun selalu terbolak-balik. Bagaimana dengan yakin mereka mengatakan selamanya?

Marilah mulai saat ini kita bersama berhenti menggunakan kata selamanya apalagi saat berjanji pada orang yang kita cintai. Saat ini mungkin kita mencintainya, tetapi sejam kemudian bisa jadi kita membencinya. Mungkin setelah kita temukan sms mencurigakan di ponselnya atau setelah dia memperlakukan kucing dengan kasar.

Biarlah janji-janji palsu itu berhenti disini saja. Pada detik ini. Sudah waktunya kita ikhlaskan kata selamanya yang agung itu hanya menjadi milik Tuhan yang Maha Tahu.

About these ads

4 thoughts on “Aku Mencintaimu “Selamanya”

    • Kakek nenek itu aksinya, Man! Salut banget ya kepada pasangan-pasangan yang bertahan lama hingga maut memisahkan itu. Mereka beruntung hidup di masa lalu, bukan masa sekarang yang ada jejaring sosial. Banyak sekali pasangan cerai karena jejaring sosial loh. Miris kan? Kalau dulu mau selingkuh itu susah banget, sekarang? Fasilitasnya banyak. Jadi kalau ada yg setia berarti sangat hebat tuh!

      Soal sumpah2 atau janji2 ini jagonya si Hayati dan Zainuddin di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Mungkin saat umur belasan kita akan mengagumi mereka, tetapi saat sekarang yg ada malah angkat sebelah alis atau mengerutkan kening sambil membatin, “Yakin?” dan mengehela nafas sambil berkata, “Aah remaja..” hahahaha :D

      • Setidaknya ada bukti nyata ttg cinta sehidup-semati hehe…
        Lagipula tiap masa ada problem masing2, jaman dlu gak ada socmed dan gak ada game2 console (ini yg bikin berat haha)..
        Skrg udah mau akhir Zaman jd sih kak, Peradaban dibangun tinggi2, agama ditinggalkan -_-
        Novel2 karya HAMKA itu keren dah, mknya sy gak mau ntn klo ud terlanjur baca novel yg bagus (termasuk HP)..

      • Iya benar masih ada harapan ya di tengah maraknya perceraian :D

        Game console itu apa ya? Trus kenapa mempengaruhi kerekatan hubungan? Apa maksud Hilman kecanduan main game jadi pasangannya ngambek?

        Aku baru baca novel HAMKA ya Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck aja. Satunya lagi semacam kumpulan cerpen berjudul Di Dalam Lembah Kehidupan. Gara-gara dari kecil baca tulisan HAMKA, pas orang rame Ayat-Ayat Cinta dkk aku malah mikir, “Apa bagusnya?”.

        Kalau HP aku baca hanya sampai 4 karena buku 5 mulai suram. Salut sama imajinasi JK Rowling.

        Memang agak ngeselin sih ketika film merusak imajinasi kita. Lebih baik tetap di khayalan ya. Namun, banyak juga kok film yang sukses menginterpretasikan novelnya contoh The Lord of The Rings. Kalau film Indonesia, aku hampir gak pernah nonton sih jd gak bisa berpendapat hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s